29 Agustus 2026

Kabut Asap Kiriman Berdampak pada Peningkatan Kasus ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Serasan Timur

WhatsApp Image 2026-08-24 at 08.56.06

PKM SANTI — Kabut asap kiriman yang menyelimuti wilayah Pulau Serasan dalam beberapa waktu terakhir mulai memberikan dampak terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Salah satu dampak yang terlihat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Serasan Timur adalah meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Berdasarkan pemantauan kasus di UPTD Puskesmas Serasan Timur, terjadi peningkatan kasus ISPA pada Minggu ke-33, yaitu periode 16 hingga 22 Agustus 2026. Dalam periode tersebut tercatat sebanyak 34 kasus ISPA yang mendapatkan pelayanan, baik melalui UGD, rawat inap (ranap), maupun rawat jalan.

Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Bahkan, berdasarkan data pelayanan Puskesmas, terjadi kenaikan hingga sekitar enam kali lipat dibandingkan jumlah kasus pada minggu sebelumnya.

Peningkatan kasus ini menjadi perhatian karena paparan kabut asap dapat menurunkan kualitas udara dan berpotensi mengganggu kesehatan, khususnya pada saluran pernapasan. Masyarakat yang terpapar asap dalam waktu tertentu dapat mengalami keluhan seperti batuk, pilek, tenggorokan terasa gatal atau sakit, sesak napas, hingga memperburuk kondisi pada masyarakat yang telah memiliki gangguan pernapasan.

Kelompok yang perlu mendapatkan perhatian lebih antara lain anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit atau gangguan pernapasan. Namun demikian, masyarakat secara umum juga diimbau untuk mengurangi paparan langsung terhadap kabut asap.

UPTD Puskesmas Serasan Timur mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap sedang tebal, menggunakan masker yang sesuai ketika harus beraktivitas di luar rumah, memperbanyak konsumsi air putih, serta menjaga kebersihan lingkungan.

Masyarakat juga diminta segera mendapatkan pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan pernapasan yang semakin berat, terutama sesak napas, nyeri dada, batuk yang semakin parah, atau kondisi kesehatan yang memburuk.

Peningkatan kasus ISPA ini menjadi pengingat bahwa kualitas udara memiliki hubungan erat dengan kesehatan masyarakat. Kondisi kabut asap yang terus berlangsung perlu menjadi perhatian bersama, sehingga upaya pencegahan dan perlindungan masyarakat dapat dilakukan secara lebih optimal.

UPTD Puskesmas Serasan Timur akan terus melakukan pemantauan perkembangan kasus ISPA dan kondisi kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya sebagai bagian dari upaya memberikan pelayanan kesehatan serta perlindungan kepada masyarakat.

Data kasus: Minggu ke-33 (16–22 Agustus 2026), total 34 kasus ISPA dari pelayanan UGD, rawat inap, dan rawat jalan.